Saturday, November 8, 2014

Perjalanan Kehidupan

Perjalanan Kehidupan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Erika Untung

“Passion” adalah jalan bercabang dan tak berujung, namun saling terhubung. Ketika sang supir yang menggerakkan kemudi kendaraan yang bernama “Loyalitas”, ia membutuhkan “Integritas” sebagai bahan bakar untuk melajukan kendaraannya.

Sang supir ingin menjelajahi setiap cabang tersebut, namun cabang tersebut terlalu banyak. Pada akhirnya sang supir memutuskan untuk menekan pedal gas dan kendaraan melaju ke arah cabang yang dia pilih sebagai cabang pertama yang akan dijelajahi.

Selama di tengah perjalanan, sang supir pasti akan mencari pom bensin “Pembelajaran” untuk mengisi bahan bakarnya, dan membersihkan kendaraannya agar terlihat bersih lagi dari debu jalanan. Kadangkala di pom bensin”Pembelajaran” tersebut, ia berjumpa dengan pengemudi lainnya. Berbagi cerita mengenai setiap cabang yang telah mereka lalui sehingga masing-masing mendapatkan pengetahuan baru untuk menempuh perjalanan selanjutnya.

Ketika sang supir menghadapi percabangan, ia akan membutuhkan peta “Kesempatan” untuk membantu menentukan arah mana yang ia pilih.

Ada jalan yang panjang memutar dan ada yang pendek, ada jalan yang mulus namun ada yang berkerikil. Keputusan apapun yang diambil sang supir pasti akan dipengaruhi oleh ko
... baca selengkapnya di Perjalanan Kehidupan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, November 7, 2014

CARPE DIEM QUAM MINIMUM CREDULA POSTERO

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - CARPE DIEM QUAM MINIMUM CREDULA POSTERO"Akhir-akhir ini aku selalu dahaga akan pengetahuan dan falsafah kehidupan. Banyak hal di dunia ini yang ternyata masih tidak kumengerti, oleh karena itu aku harus rajin bertanya dan belajar. Bertanya kepada siapa saja dan belajar dari mana saja," gumam Puteri pada dirinya sendiri di suatu senja yang jingga. "Selama ini aku cuma memikirkan hal-hal remeh temeh tak pernah sedikitpun terbersit olehku untuk memikirkan tentang pengetahuan dan falsafah kehidupan yang akan memperkaya batin dan diriku. Setelah bertemu dengan Bintang Jatuh dan Prabu Yudistira yang bijak bestari, aku ingin tahu lebih banyak hal lagi. Rasanya aku semakin haus, semakin banyak hal yang mengganggu pikiranku yang ingin kuketahui," kata Puteri sambil menuliskan sesuatu di buku hariannya. Hari itu setelah menuliskan sesuatu Puteri memutuskan kembali untuk mengembara, mencari pencerahan, mencari sesuatu yang dapat memuaskan keingintahuannya. Tujuh musim telah berlalu, belum seorangpun ia jumpai untuk dapat ditanyai. Akhirnya setelah hampir memasuki akhir musim ke delapan, Puteri berjumpa dengan Sang Guru. "Sang Guru, ceritakan padaku apa yang dimaksud dengan Filosofi Carpe Diem, " pinta Puteri tiba-tiba. Sang Guru terdiam sejenak, tak disangka Puteri cantik nan rupawan ini terpesona oleh kalimat yang diucapan Quintus Horatius Flaccus. Lalu dengan menarik nafas dalam Sang Guru mulai berkata, "Puteri, kalimat yang kamu sebutkan kurang lengkap, harusnya carpe diem, quam minimum credula postero. Filsofi ters....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, September 2, 2014

PERANGKAP TIKUS

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PERANGKAP TIKUSSepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!" Ia mendatangi ayam dan berteriak "Ada perangkap tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata "Aku turut bersimpati... tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh... perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban. Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular terseb....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Search 2.0